BULELENG — Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Teknik Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Terminal Refleksi Vol. II bertajuk “Kembali ke Akar” pada 20–21 Agustus 2026 di Padepokan Dencarik, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Mengusung tagline “Berhenti Sejenak, Berpikir Lebih Jauh”, kegiatan ini diikuti oleh 20 volunteer. Rangkaian kegiatan meliputi dialog reflektif, aksi penanaman pohon, serta Ruang Singgah bagi peserta yang memilih untuk menginap.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari Sekretariat GMNI menuju Padepokan Dencarik. Setelah tiba di lokasi dan beristirahat, kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia, Ida Bagus Gede Putra Kenaka, melalui pengenalan organisasi dan penyampaian tujuan kegiatan yaitu sebagai tempat untuk berhenti dari kesibukan yang kita kejar, beristirahat sebentar untuk melanjutkan langkah yang lebih berani kemudian.
Selanjutnya, peserta volunteer melakukan sesi perkenalan sebelum kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan narasumber, Made Iwan Dewantama, selaku pemilik Padepokan Dencarik. Dalam kesempatan tersebut, Made Iwan Dewantama turut memperkenalkan Padepokan Dencarik sebelum memulai sesi dialog mengenai spiritualitas ekologi.
Dalam sesi dialog, pembahasan berfokus pada tiga pilar kehidupan, yakni akar identitas, proses pendewasaan, dan keseimbangan alam. Ketiga pilar tersebut dibahas dalam kaitannya dengan hubungan manusia terhadap diri sendiri, proses kehidupannya, serta lingkungan di sekitarnya.
Pembahasan mengenai akar identitas menyoroti pertanyaan mengenai siapa diri manusia dan nilai yang menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan. Sementara itu, proses pendewasaan dibahas sebagai bagian dari perjalanan manusia dalam menghadapi berbagai pengalaman dan fase kehidupan.
Diskusi kemudian berlanjut pada keseimbangan alam dan keterhubungan manusia dengan makhluk hidup serta lingkungan di sekitarnya dalam perspektif spiritualitas ekologi.
Dalam sesi tersebut, Made Iwan Dewantama turut menekankan bahwa manusia merupakan bagian dari proses kehidupan yang terus berlangsung.
“Dunia adalah proses kehidupan,” ujar Made Iwan Dewantama.
Diskusi semakin berkembang ketika salah satu volunteer, mahasiswa semester lima, Jurusan Metalurgi dari Instansi yang belokasi di Bandung , turut menyampaikan pandangannya mengenai hubungan bidang keilmuan dengan persoalan lingkungan.
“Di jurusan kami, kami belajar tentang bagaimana bumi dikeruk untuk mengambil sumber daya. Tapi yang menjadi persoalan adalah ketika pengerukan itu selesai, tidak selalu diikuti dengan upaya untuk menghijaukan atau memulihkan kembali alam,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut membuka diskusi mengenai eksploitasi sumber daya alam dan tanggung jawab manusia dalam melakukan pemulihan lingkungan.
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, peserta melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Padepokan Dencarik. Sebanyak kurang lebih 10 pohon ditanam dengan berbagai jenis, di antaranya sawo madu, pinang, jambu, majegau, beringin, serta beberapa jenis pohon lainnya.
Aksi penanaman tersebut menjadi bentuk keterlibatan langsung peserta dalam rangkaian kegiatan. Penanaman pohon dilakukan sebagai langkah sederhana untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga dan memulihkan lingkungan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ruang Singgah bagi peserta yang memilih untuk menginap di lingkungan Padepokan Dencarik.
Melalui Terminal Refleksi Vol. II: Kembali ke Akar, DPK GMNI Teknik Undiksha menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran yang mengangkat persoalan identitas, proses pendewasaan, serta hubungan manusia dengan alam. Melalui dialog dan aksi bersama, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun kesadaran mengenai keterhubungan manusia dengan kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.